ICS Adakan Buku Bersama Prof. Musdah Mulia

//ICS Adakan Buku Bersama Prof. Musdah Mulia

ICS Adakan Buku Bersama Prof. Musdah Mulia

Seminar Nasional & Bedah Buku: Ensiklopedia Muslimah Reformis

Pada hari selasa 25 Februari 2020 di Gedung Dome, Universitas Mataram Lombok NTB, Pusat Studi Islamic Culture and Society (ICS) Universitas Mataram mengadakan Seminar Nasional dan Bedah Buku yang bertemakan “Muslimah Reformis: Peran Perempuan dalam Membangun Keharmonisan Sosial dalam Konteks Kebhinekaan”. Buku Ensiklopedia Muslimah Reformis ditulis oleh Prof. Dr. Siti Musdah Mulia. Beliau adalah  guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga Ketua Umum ICRP.

Pada acara ini juga dihadiri oleh Ketua Program Studi Sosiologi Universitas Mataram yang sekaligus merupakan mantan Sekretaris Daerah NTB Bapak Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD. Selain itu juga beberapa pemateri semnar yang hadir di acara tersebut yaitu Dr. Atun Wardatun (Dosen Uin Mataram), Dr. Ruth Stella (Ketua Pusat Studi Gender & Anak) Unram, dan Dr. Saipul Hamdi atau yang dikenal dengan  Dr. Pulham (Direktur ICS).

Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Sosiologi dalam hal ini yaitu Pak Rosyadi. Sebagai tanggung jawab seorang ketua prodi sosiologi, beliau menghimbau bahwa semestinya buku yang ditulis ibu Musdah dapat menjadi reerensi dalam kajian-kajian sosiologis. Beliau juga menambahkan bahwa “jangan kita melihat sosok beliau (Ibu Musdah) yang dianggap kontroversi tetapi mengkaji lebih dalam tentang pemikiran-pemikiran beliau”.

Pada acara inti Seminar Nasional dan Bedah Buku ini, Prof. Dr. Siti Musdah Mulia menjelaskan bahwa Wanita yang sholeh baginya merupakan wanita yang reformis. Dalam bukunya banyak mengkaji kesalahpahaman masyarakat terkait perempuan yang selalu berada dibawah laki-laki. Hal ini juga tidak lepas dari budaya patriarki yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Pernyataan Prof. Musdah juga diperkuat oleh Dr. Atun Wardatun yang saat ini menjadi Dosen UIN Mataram, Dr. Atun menjelaskan terkait dengan “Equalitas Gender” yaitu kesamaan status, hak, dan kewajiban yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Pada penjelasan beliau beliau menerangkan bahwa banyak ayat-aat suci Al-Qur’an yang disetir oleh kiyai yang sifatnya patriarki sehingga beliau menganggap peran kiyai sangat penting dalam hal ini. Jika Kiyainya punya persefektif yang melihat perempuan sebagai subordinat maka ayat-ayat juga akan dimaknai atau diartikan mengikuti keyakinan dan pandangannya.

Selain itu pada kesempatan ini juga Dr. Saipul Hamdi sebagai direktur ICS juga menjelaskan dalam persfektif feminisme terkait bagaimana perempuan direperesentasikan oleh al quran, banyak pandangan yang kurang tepat dalam teks-teks agama salah satu ayat yang dikuti yaitu “arrijalu qawwamuna ala nisa”. Dr. Saipul mengartikannya bahwa perempuan melengkapi tetapi banyak orang yang mengartikannya sebagai pelengkap sehingga dipandang perempuan menjadi nomor dua. Selanjutnya Dr. Saipul juga mengkritik kondisi perempuan sekarang bahwa “musuh perempuan sekarang adalah perempuan itu sendiri yaitu perempuan yang tidak mau maju dan tidak mau menjadi pemimpin”

Selanjutnya dari persfektif umat kristen diwakili oleh Dr. Ruth Stella yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Gender & Anak Universitas Mataram. Dr. Stella melihat terjadi perubaha terhadap sikap umat islam saat ini khususnya umat islam disekitarnya seperti tidak ada lagi undangan ketika idul fitri, tidak ada lagi yang mengucapkan selamat natal dan sebagainya.

Acara ini ditutup dengan doa agar mendapat berkah dan ilmu-ilmu dari pemateri seminar dapat di implementasi sehingga harapannya perempuan tidak lagi merendahan diri ataupun tidak percaya diri untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin.

By |2021-01-26T17:54:42+08:00January 26th, 2021|Berita|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment